Rabu, 13 November 2013

Ibu Negara Ani Yudhoyono

Ibu Negara Ani Yudhoyono mendorong para perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum 2014 dan tidak golput guna mengawal demokrasi.

"Marilkah kita semua memastikan, semua warga negara yang memiliki hak memilih terdaftar dalam DPT. Ibu-ibu semua tolong yakinkan merek terdaftar. Eh nama saya ada tidak disitu, jadi jangan cuek," katanya.

Dalam pidatonya pada seminar yang digelar Dharma Wanita Persatuan di Jakarta Rabu, Ani menekankan bahwa partisipasi perempuan dalam pemilu harus dilakukan secara kritis dan cerdas.

"Mari kita sukseskan pemilu 2014," ajaknya.

Ibu negara dalam kesempatan itu mengatakan peran perempuan dalam politik tidak bisa dielakan. Pemilu merupakan salah satu ruang bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi, mengawal politik negara yang demokratis.

Untuk itu, Ibu Negara mengharapkan para perempuan juga turut aktif memastikan dirinya dan keluarganya terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan oleh KPU.

Selain dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, serta para undangan dari berbagai organisasi perempuan dan anggota Dharma Wanita dari berbagai daerah.

Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Nina F Muluk mengatakan seminar yang diselengarakan kali ini guna meningkatkan sumber daya manusia kaum perempuan guna menyongsong pemilu 2014.

Menurut dia, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Salah satunya dengan partisipasi perempuan dalam politik untuk meperjuangakan kemajuan bangsa.

Sementara itu, setidaknya 1.700 undangan dari Dharma Wanita pusat maupun daerah menghadiri acara tersebut.

Dalam kesempatan itu Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan menjadi salah satu pembicara.

Kamis, 03 Oktober 2013

Indonesia Mengusung Piala ISG III 2013

Setelah sukses menjadi tuan rumah, Indonesia juga berhasil menyabet gelar juara umum Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013 yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada 22 September - 1 Oktober 2013.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo mengatakan, sebuah pencapaian luar biasa karena kontingen Merah Putih hanya ditarget masuk 10 besar. Pada ISG pertama di Arab Saudi, Indonesia hanya meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu, dan menempati peringkat ke-18.

Pada ISG kali ini, sebagai tuan rumah, total Indonesia meraih 36 medali emas, 35 perak, dan 34 perunggu. Peringkat kedua ditempati Iran dan Mesir bertengger di posisi ketiga.

"Pencapaian ini membuktikan ketidakpatuhan seluruh kontingen Indonesia  pada target yang dicanangkan. Dari target masuk 10 besar, malah Indonesia menjadi juara umum ISG 2013," ujar Menpora usai penutupan ISG di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin 1 Oktober 2013

Menpora pun menepis anggapan bahwa hasil juara umum yang diraih Indonesia karena kontingen negara lain hanya mengirim atlet level kedua. Menurutnya,  ini semua berkat kerja keras seluruh kontingen khususnya atlet. Dia meminta kepada semua pihak untuk tidak mengecilkan hasil perjuangan atlet Indonesia.

"Tidak ada gading yang tidak retak, pasti ada kekurangan dan hambatan yang ditemui selama pelaksanaan ISG. Secara keseluruhan berlangsung sukses. Terima kasih juga atas partisipasi awak media, tanpa pemberitaan, ISG tidak akan sukses dan diketahui masyarakat," ungkapnya.